BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
ruang
lingkup dan karakteristik ajaran islam
Study islam ialah suatu ilmu yang sangat
mempengaruhi pertumbuhan perbaikan karakter, sehingga sangat sedih sekali jika
kita mendengarkan ada prilaku kaum musliamian yang nota bene telah memperdalam
dan memperkaya khazanah keilmuan dalam ajaran islam sangat berlaku tidak etis
dan menyimpang dari ajaran agama islam
seperti berzina, sombong , kadang meninggalkan shalat , melalaikan puasa
dls.
Berbicara
tentang ruang lingkup berarti kita berbicara bidang dan mengenai apa saja yang
di bicarakan tenteng study islam dalam hal ini
A. Ruang lingkup ajaran islam
1.
Study
area [1]:
dari area kita mengartikannya tempat berarti study area study yang cakupannya
berada di sebuah tempat atau area lalu setelah itu mereka (para pe-study area)
menerapkan terhadap dirinya sendiri. seperti seorang ketua osis mengadakan
study banding pada osis yang lebih terkenal dengan osis sekolahnya yang
bertujuan juga sebagai belajar menggali ilmu pengetahuan dan pengalaman demi
menggapai tujuan osis yang sama.
2.
Study
tematik : study melalui pengertian yang berdasarkan tema dalam pengartiannya[2],
yakni dalam kita belajar kita kebanyakan dimulai dengan melalui tema terlebih
dahulu sehingga menurut kami belajar melalui dari tema lebih gampang di kaji
dan difahami seperti pendidikan agama islam , akhlak tasawuf , politik, dls
Dari dua bagian diatas kita tidak
hanya belajar hanya pada melalui tema
saja melainkan kita bisa mencari pengalaman lain yang berada disekitar kita
yang menurut kita bisa dijadikan sebagai contoh
Ø Karakteristik ajaran islam
islam ketika berbicara tentang
karakteristik ini ada dua versi. versi yang pertama lebih dekat terhadap sifat
tentang ajaran islam itu sendiri seperti universal, comprehensif dan lain
sebagainya yang akan kami uraikan dalam penjelasan selanjutnya. Dan versi yang
ke dua yaitu lebih dekat terhadap bidang-bidang cakupan ajaran islam seperti
bidang agama, bidang aqidah, bidang politik. Kedua versi tersebut sangatlah
berbeda jauh yang juga ke duanya di prakarsai oleh tokoh-tokoh yang berbeda
juga .
Ø Versi pertama
Dr.Rosihon Anwar M.Ag dalam buku
beliau pengantar study islam menyebutkan “kita akan mengetahui bahwa
ajaran-ajaran islam memiliki karakteristik yang khas,yang berbeda dengan
ajaran-ajaran agama lain,dan beliau juga mengutip pendapat Ali Anwar Yusuf
bahwa beliau menyebutkan karakteristik ajaran islam itu sebagai berikut
1.
Komprehensif
umat islam sangatlah banyak
sehingga ada perbedaan suku dan bangsa dalam menghadapi atau mengamalkan
asas-asas islam umat islam bersatu padu. Sehingga ajaran islam tetap kokoh
walaupun hanya ada perbedaan-perbedaan sedikit seperti halnya ada imam syafi’i kalau
tayammum untuk mengusap kedua belah tangan sampai siku ada yang berpendapat hanya sampai
pergelangan tangan, tapi maksud bersatu padu yaitu ajarannya adalah al-qur’an
dan al-hadits
2.
Moderat
islam dalam menjalani ajarannya melalui jalan tengah tidak berat
sebelah kanan untuk mementingkan kejiwaan (rohani),dan berat ke kiri untuk
mementingkan kebendaan (jasmani).
3.
Dinamis
ajaran islam sangatlah
mempunyai kekuatan atau kemampuan bergerak, dan berkembang sehingga sangatlah
banyak umat islam yang amat sangat mencintai ajarannya karena ajaran islam
sangatlah mantap jika menduduki posisi sebagai tuntunan umat
4.
Universal
agama islam sangat memberikan peluang bagi seluruh umat manusia
tidak hanya khusus bagi suatu kelompok atau bangsa yang tentunya ajaran islam itu
sebagai rahmatan lil-‘alamiin yang sesuai misi dari pada rosuuullahl
Muhammad SAW.tujuan dari mempelajari agama islam agar kita mendapatkan ridla
dan bahagia di dunia dan akhirat. Islam tidak hanya mempelajari bagaimana para
muslim bersikap pada tuhannya melainkan kepada sesamanya juga di pelajari juga
dan bagaimana kedudukan manusia ditengah-tengah alam semesta ini (QS.Ali Imran
112)[3]
5.
Elastis
dan fleksible ketika seorang
mahasiswa sudah keluar atau lulus dari kuliah maka dia bebas memilih profesi
apakah mau jadi guru, PNS , dokter , dan lain sebagainya maka ketika dia
memilih mau jadi PNS maka dia terikat dengan aturan-aturan yang mengatur
bagaimana pegawai negri seharusnya berprilaku dan bersikap, samadengan apa yang
dimaksud dengan Elastis dan fleksible yaitu ajaran islam berisi
disiplin-disiplin yang di bebankan bagi setiap individu, disiplin tersebut
wajib ditunaikan dan orang yang melanggarnya mendapatkan dosa
6.
Tidak
memberatkan persoalan yang
di hadapi umat islam semakin komplek bagaimana
ajaran islam menghadapi berbagai masalah tersebut ? semakin kompleksnya
problematika kehidupan maka untuk memberi solusi ajaran islam memiliki pegangan
yaitu al-qur’an dan al-hadits dan apabila dalam kedua tersebut tidak ada maka
masih ada ijtihad yang mana walaupun seseorang berijtihad dia tidak
semerta-merta menjauh dan menyimpang dari kedua hal tersebut karena islam itu
sebagai rahmatan lil’alamiin
7.
Graduasi
(ber-angsur angsur) ajaran islam turun
temurun sama halnya dengan al-qur’an , apabila ajaran islam turung secara
langsung maka kebingungan dan kesulitan dalam menjalankan ajaran islam tersebut
akan terjadi dan mungkin akan berakibat fatal sepertihalnya malas dengan ajaran
islam karena yang ini belum selesai,yang kedua sudah datang, karena
pengaplikasian ajaran islam itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari sangat-amat
sulit kalau tidak berangsur angsur maka dari itu ajaran islam bertujuan sebagai
agar manusia menjalankan sebaik-baiknya
8.
Sesuai
dengan watak hakiki manusia kemampuan
dalam setiap manusia sangatlah berbeda sehingga memungkinkan dalam kita belajar
ada yang langsung mengerti dan ada yang setengah setengah dalam menerimanya.
maka dari itu ajaran islam tidaklah memberatkan kalau diri manusia belajar dari
dasar, sulit dimengerti apabila dalam menyampaikan ajaran islam langsung ke
dalam
9.
Argumentatif
filosofis ajaran islam merupakan ajaran yang mempunyai alasan yang sangat
kuat dan dapat dijadikan bukti, tidak cukup dalam menetapkan
persoalan-persoalan dengan mengandalkan doktrin lugas dan intruksi keras
Ajaran
islam sangatlah berkarakter dalam bidang pengajarannya dan membuat karakter
manusia menjadi semakin baik sehingga orang yang tidak senang terhadap ajaran
islam kemungkinan besar dia menganggap ajaran islam tidak ada gunanya,
membosankan, terlalu berat untuk dijalani sehingga kita sebagai para pelajar
ajaran islam maka sangatlah harus kita perdalam ajaran ajarannya dengan
semangat
Ø Versi kedua
Pemikiran para ilmuwan muslim pada
versi kedua ini dengan menggunakan berbagai pendekatan karena “islam merupakan
agama yang bisa di lihat dari sisi mana saja, dan setiap ssisinya senantiasa
memancarkan cahayanya yang terang”[4]kita
bisa melihat islam dari sisi agama, keadilan, hukum, toleransi, bahkan “sifat
islam demikian itu sejalan dengan sifat al-qur’an, salah satu sifat al-qur’an
sebagai mana di kemukakan oleh Abdullah Darraz dalam bukunya syarhul
muwafaqat bahwa al-qur’an itu ibarat intan yang memiliki berbagai sudut,
dan tiap sudut selalu memancarkan cahaya yang sangat terang”[5].
Dan marilah kita lihat al-qur’an dari sisi filosofi, ilmu pengetahuan seperti
kedokteran astronomi apabila kita mengkaji dan mendalami al-qur’an maka kita
akan menemukan pancara cahayanya maka dari itu kami akan uraikan karakteristik
ajaran islam sebagai mana berikut
1.
Bidang Agama
Ajaran islam juga memberikan warna
dalam rangka membentuk karakter muslim sehingga para muslim atau muslimah yang
telah memperdalam dan memperbaharui sikapnya dari segi agama dengan ciri-ciri
yang telah di contohkan oleh rosulullah sebagaimana rosulullah sendiri
karakternya adalah al-qur’an umat atau kaum nabi Muhammad tidak mungkin sama
persis tingkahnya dalam bidang keagamaannya karena manusia itu pasti mempunyai
kesalahan dan juga lupa
Karakteristik ajaran islam dalam
bidang agama disamping mengakui adanya pluralisme (sebuah aturan tuhan yang
tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau di ingkari[6]),sebagai
suatu kenyataan juga mengakui adanya universalisme yakni mengajarkan
kepercayaan kepada tuhan dan hari akhir[7],dalam
hal ini kita biasanya menyebutnya dengan iman (percaya adanya allah dan percaya
akan adanya hari akhir)
2.
Bidang Ibadah
Ibadah merupakan suatu pendekatan
diri kepada allah. usaha yang harus di kerahkan yaitu dengan mengikuti atau
mengerjaka apa yang telah di perintahkan oleh Allah seperti shalat, puasa,
zakat dan menjauhi segala sesuatu yang dilarangnya seperti makan harta riba,
berzina, minum minuman keras dls.
Sangatlah sulit kita dalam
menjalankan atau mengemban amanah suci tersebut, terkadang malas, pusing,
bahkan ketika kita berada di lingkungan ibadah (mengerjakan ibadah ) ada saja
cobaan yang menghambat karena manusia
mempunyai musuh, yang bisa membuat kita celaka
Dengan demikian visi islam tentang
ibadah adalah merupakan sifat, jiwa dan ajaran islam itu sendiri yang sejalan
dengan tugas penciptaan manusia yaitu, sebagai makhluk yang selalu beribadah
padanya
3.
Bidang Aqidah
Akidah adalah ikatan atau keyakinan
kita terhadap tuhan kita yang maha kuasa melalui berikrar membaaca dua kalimat
syahadat bahwa bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah dan nabi muhammad adalah
utusannya, dan kita melakukan apa yang di syari’atkan sebagai amal shaleh.
Karakteristik ajaran islam yang
dapat kita ketahui melalui bidang akidah
ini adalah bahwa akidah islam bersifat murni baik dalam isinya maupun
prosesnya. Yang diyakini dan diakui sebagai tuhan yang wajib di sembah hanyalah
allah. Keyakinan tersebut sedikitpun tidak boleh di berikan kepada yang lain
karena kita akan berakibat musyrik.
4.
Bidang Ilmu dan kebudayaan
Ilmu dan kebudayaan sebagai karakter
dalam ajaran islam adalah suatu bidang yang memberi sumbangan dalam terbentuknya
moslem yang memiliki perbedaan dengan ajaran agama lain.
Kita sebagai umat islam wajib
mencari ilmu kewajiban tersebut tidak hanya untuk pemuda bahkan nenek tuapun
masih wajib mencari ilmu dengan alasan demi terciptanya benteng ajaran islam
agar tidak cepat rusak karena semakin bertambah umur bumi maka semakin komplek
masalah-masalah yang akan kita hadapi. Maka dari itu orang islam haruslah
benar-benar mengkaji terhadap ajarannya, agar suatu saat apabila ada seorang
yang mau menggangu kita! Kita mempunyai kemampuan untuk menangkisnya.
Di kalangan kita sangat banyaklah
jenis-jenis kebudayaan, dalam hal ini kita haruslah memilah dan memilih
kebudayaan apa yang sejalan dengan ajaran islam ?
Ketika kita berbicara masalah ilmu
dan kebudayaan maka dalam hal mendapatkannya kita sedikit menoleh pada surat
al-‘alaq ayat 1 yaitu kita disuruh memebaca karena dengan
membaca kita bisa
menggali setiap ilmu menurut A Baiquni ayat tersebut selain berarti membaca
dalam arti biasa juga berarti menelaah, mengobservasi, membandingkan, mengukur,
mengobserfasi, mendeskrisikan dan menganalisa[8]
5.
Bidang pendidikan
Pendidikan islam memandang
pendidikan adalah hak bagi setiap manusia laki-laki maupun perempuan, dan
berlangsung sepanjang hayat tuntutlah ilmu mulai dari buayan (orang tua)
sampai ke liang lahat, mencari ilmu hukumnya wajib atas setiap muslimin dan
muslimat,[9] sehingga
mayoritas orang-orang rela berkorban demi pendidikan dirinya maupun keluarganya
ada yang sampai mengorbankan hartanya sawah, barang-barang yang berharga juga
ikut hangus demi pendidikan
Dalam al-qur’an banyak kita temui
faktor-faktor terbentuknya sebuah pendidikan seperti media pembelajaran,
kurikulum, metode, sarana, dls. Tidak hanya itu di sana juga banyak ditemukan
berbagai metode dalam pendidikan seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi,
demonstrasi, penugasan, teladan, pembiasaan, karya wisata, cerita, hukuman,
nasihat dls.
6.
Bidang sosial
Kita sebagai manusia tidak mungkin
bisa bertahan hidup sendirian tanpa adanya bantuan dari makhluk laen. Apa yang
akan kita rasakan jika sesama tetangga bermusuhan! tentunya kita merasa tidak
enak hidup dalam lingkungan tersebut,
kita bisa merasakan nyaman hidup dalam suatu lingkungan jika dalam lingkungan
terrsebut semuanya bersahabat apalagi menjalin persahabatan yang sejati.
menurut M. Arifin (1996) setidaknya ada tiga hal yang mendasari manusia bisa
mempertahankan hidup pertama; hubungan manusia dengan Allah ke dua; hubungan
dengan sesama manusia ke tiga; hubungan dengan alam sekitar yang terdiri dari
berbagai unsur kehidupan seperti tumbuhan, binatang dan sumber daya alamiyah
Dalam bidang sosial kita telah di
ajarakan oleh allah tuhan semesta alam yaitu hablun munannass (hubungan
antara sesama). Dalam bidang sosial ini manusia bisa munjunjung tinggi tolong-menolong,
saling menasehati, ke setia kawanan, tenggang rasa maupun kebersamaan. Dalam
al-hadist mungkin sering kita jumpai atau pernah mendengarkan para muballigh,
ustadz atau kiai yang isinya agar kita memperhatikan tetangga yang berada di
sebelah, jangan kenyang sendiri, sedang tetangganya mati kelaparan
7.
Bidang kehidupan ekonomi
Sangatlah banyak yang harus di
kerahkan oleh kita sekalian karena dalam kehidupan kita membutuhkan barang yang
bisa membuat kita hidup tentunya dalam meraih barang tersebut kita perlu
mengorbankan tenaga, harta, pikiran dls demi hanya mendapatkan barang tersebut.
Kalau kita mengkaji hadits
rosulullah yang diriwayatkan oleh Ibn Mubarak yang artinya; bukanlah termasuk
orang yang baik adalah orang yang meninggalkan dunia karena mengejar kehidupan
akhirat, dan orang meninggalkan akhirat karena kepentingan dunia, orang yang
baik adalah orang meraih keduanya secara seimbang, karena dunia adalah alat
menuju akhirat, dan jangan di balik yakni akherat dikorbankan untuk urusan
dunia[10]
8.
Bidang kesehatan
Menurut kami dalam ajaran islam
sangatlah berbahaya jika pada ajarannya oleh sebagian orang di abaikan
dampaknya yaitu bagi kesehatan hadist sudah banyak mengajarkan kepada kita
seperti al-nadzofatu min al-iman disana sudah jelas bahwa ketika
sebagian orang melalaikan kebbersihan maka tidak bisa kita pungkiri kalau di
daerah tersebut ada banyak nyamuk, lalat dan semacamnya yang biasanya kita
duduk atau makan santai malah binatang-binatang mengganggu kita.
9.
Bidang politik
Ciri ajaran islam dalam bagian
politik dalam al-qur’an seperti mematuhi ulii al-amri atau kalau
di Indonesia bisa disebut pejabat atau penguasa di bidang politik dalam hal ini
islam mengajarkan kita mentaati secara kritis, yaitu ketaatan yang didasarkan
pada tolok ukur kebenaran dari tuhan. Jika suatu saat pemerintah bertindak
semena-mena maka kita boleh mengkritik dan sampaikan aspirasi kita melalui DPR
yang selanjutnya DPR tersebut akan menyampaikan hasil aspirasi rakyat terhadap
pihak-pihak terkait seperti MPR
10.
Bidang pekerjaan
Pekerjaan merupakan juga ibadah
kepada tuhan yang maha kuasa, oleh karena itu dalam situasi bekerja kita
janganlah sampai melupakan tuhan karena dialah kaya akan malaikat yang mana
para malaikat sendiri memiliki tugas sendiri seperti mencatat amal manusia.
Dalam hal ini marilah kita bekerja yang sesuai dengan ajaran islam seperti
ketika kita berdagang janganlah kita mencuri timbangan. Bekerja kita dasarkan
pada sebuah kata/hadist khoiru an-naas anfa’uhum li an-naas agar selalu
pekerjaan kita di ridloi tuhan sang pencipta setiap sesuatu
11.
Islam sebagai disiplin ilmu
Menurut peraturan Menteri Agama
Republik Indonesia pada tahun 1985, bahwa yang termasuk disiplin ilmu keislaman
adalah Al-qur’an/tafsir, hadits/ilmu hadits, ilmu kalam, filsafat, tasawuf, hukum
islam (fikih), sejarah kebudayaan islam, serta pendidikan agama islam.dalam
negara republik indonesia begitu sangat perhatiannya pemerintah terhadap ajaran
islam sehingga dibentuklah peraturan.
Walaupun di negara indonesia tidak
seluruhnya berasaskan ajaran islam tapi berasaskan pancasila tapi dengan
diberlakukan sebagian ajaran islam sangatlah nyaman kita hidup karena islam
mengajarkan adil, perhatian terhadap sesama, toleransi antar agama dls. Namun
pihak orang-orang yang tidak mengetahui atau mungkin tahu tapi enggan
mengerjakan apa yang ajaran islam sampaikan, maka dia menyimpang dan terjadilah
korupsi, keanarkisan remaja, pencopetan. karena memang kejadian-kejadian yang
sangatlah sering kita dengar itu mayoritas orang-orang islam, maka agama islam
hanya sebagai simbol KTP saja.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ruang lingkup
ajaran islam ada dua macam yaitu ;
1.
study
area : study
area study yang cakupannya berada di sebuah tempat atau area lalu setelah itu
mereka (para pe-study area) menerapkan terhadap dirinya sendiri.
2.
Study
tematik : study melalui pengertian yang berdasarkan tema dalam pengartiannya
Sedangkan
karakteristik ajaran islam ada dua versi versi pertama kami mengutip dari
pendapat Dr. Rosihon Anwar M.Ag yang lebih dekat dengan sifat pengajaran islam
itu sendiri dan versi ke dua kami
mengutip pendapat dari Prof. Dr. H. Abuddin nata, MA yang lebih dekat dengan
konsep.
Pendapat beliau
yaitu ;
I.
Menurut Dr. Rosihon Anwar M.Ag
1.
Komprehensif
2.
Moderat
3.
Dinamis
4.
Universal
Elastis dan fleksible
5.
Tidak
memberatkan
6.
Graduasi
(ber-angsur angsur)
7.
Sesuai
dengan watak hakiki manusia
8.
Argumentatif
filosofis
II.
Menurut Prof. Dr. H. Abuddin nata, MA
1.
Bidang Agama
2.
Bidang Ibadah
3.
Bidang Aqidah
4.
Bidang Ilmu dan kebudayaan
5.
Bidang pendidikan
6.
Bidang sosial
7.
Bidang kehidupan ekonomi
8.
Bidang kesehatan
9.
Bidang politik
10.
Bidang pekerjaan
11.
Islam sebagai disiplin ilmu
B.
Penutup
Kami sadari
sebagai manusia yang kurang sempurna pastilah ada cacat sana-sini baik secara
dzahiriyah maupun bathiniyah sehingga
kalau anda pembaca menemukan kekeliruan dari segi bahasa, susunan, kata-kata
yang bertele-tele dan lain sebagainya dalam hal ini kami mohon maaf dan di perbaiki sendiri atas perhatiannya kami
sampaikan terimakasih dengan iringan do’a jazaakumullah ahsanal jaza’
DAFTAR PUSTAKA
Arif Rahman, Pendidikan
Komperatif, Laksbang Grafika
Bandung 2010
Zeni Lutfiah, Muh. Farhan Mujahidin DKK, Pendidikan
Agama Islam, Yuma
Pustaka, jl. Samudra Pasai no 27 Surakarta
Dr. H. Abuddin Nata, Metodologi Study Islam, PT. Raja Grafindo Persada
Jakarta cet.8,sep2003
Nurcholis Majid, Islam Doktrin Dan Peradaban,
Yayasan Waqaf Paramadina Jakarta 1992
Imam Al-Zarnuji Taklimul Mutaalim Thariqattaallum, Toko
Al-Hidayah Surabaya.
[1]
Arif rahman,pendidikan komperatif,laksbang ggrafika bandung 2010 hlm16
[2]
ibid16-17
[3]
Zeni lutfiah, muh farhan mujahidin DKK,pendidikan agama islam,yuma
pustaka,jl.samudra pasai no 27 surakarta juli 2011 hlm4-5
[4]
Dr. H. Abuddin nata, metodologi study islam,PT. Rajagrafindopersada
jakarta cet.8,sep2003 hal.78-79
[5]
(Footnote)Dr. H. Abuddin nata, metodologi study islam,PT.
Rajagrafindopersada jakarta cet.8,sep2003 4 hal
79
[6]
Nurcholismajidislamdoktrindanperadaban, yayasan waqaf paramadina jakarta
1992
[7]
Dr. H. Abuddin nata, metodologi study islam,PT. Rajagrafindopersada
jakarta cet.8,sep2003 hal.80-81
[8]
Dr. H. Abuddin nata, metodologi study islam,PT. Rajagrafindopersada
jakarta cet.8,sep2003 hal.85-87
[9]
Imam al-zarnuji taklimulmutaalimthariqattaallum,toko al-hidayah surabaya
hal.................
[10] Dr. H. Abuddin
nata, metodologi study islam,PT. Rajagrafindopersada jakarta
cet.VIII,sep2003 hal.90-91
Tidak ada komentar:
Posting Komentar